Bupati Garut Lepas Peserta KKN-Gradasi 2026, Dorong Kontribusi Mahasiswa di Desa

oleh -27 Dilihat
Bupati Garut menyematkan jaket almamater secara simbolis kepada mahasiswa peserta KKN-Gradasi Tahun 2026 di Pendopo, Garut (PG/M. Ahdiansyah)
banner 728x90

Pewarta: Jepri Sulaeman

POROSGARUT.ID – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi melepas para mahasiswa/i peserta Kuliah Kerja Nyata Gotong Royong Akademisi Bersinergi dan Berinovasi (KKN-Gradasi) Tahun 2026 di Pendopo Kabupaten Garut, Jum’at (18/9/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Garut menyampaikan bahwa kemajuan Kabupaten Garut yang terdiri dari 442 desa dan kelurahan sangat ditentukan oleh kemajuan wilayah di tingkat desa. Namun, pembangunan desa saat ini masih dihadapkan pada tantangan Sumber Daya Manusia (SDM), di mana Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) di Kabupaten Garut saat ini berada pada angka 7,86 tahun atau setara kelas 2 SMP.

“Makanya kita minta tolong mahasiswa dari berbagai macam jurusan untuk membantu. Kenapa? Karena di desa itu semua kompleksitas masalah ada dan harus kita selesaikan bersama. Ini adalah simulasi membangun Garut di masa yang akan datang,” tegas Abdusy Syakur Amin.

Ia mengimbau seluruh peserta KKN untuk turun langsung dan memberikan kontribusi nyata sesuai disiplin ilmu masing-masing. Ia juga berharap kolaborasi lintas perguruan tinggi ini dapat mempercepat penanganan berbagai persoalan di lapangan demi kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Direktur Program Pascasarjana Universitas Garut (UNIGA), Gugun Geusan Akbar, menerangkan bahwa KKN-Gradasi 2026 melibatkan kolaborasi sebanyak 224 peserta dari 5 Perguruan Tinggi di Kabupaten Garut. Program yang diinisiasi oleh Pemerintah Daerah bersama akademisi ini telah berjalan selama tiga tahun dan menunjukkan dampak yang signifikan.

“Jika biasanya KKN diselenggarakan selama 1 bulan, KKN Gradasi ini diselenggarakan selama 4 bulan sehingga otomatis kegiatan yang bisa di intervensi oleh mahasiswa juga lebih banyak,” jelas Gugun.

Untuk pelaksanaan tahun 2026, KKN-Gradasi ditempatkan di 16 lokus kecamatan yang mencakup 15 desa dan 1 kelurahan. Pihak penyelenggara berharap kontribusi mahasiswa tahun ini dapat terus meningkat dalam mengurai berbagai tantangan pembangunan di desa.

“Mudah-mudahan apa yang diniatkan oleh seluruh pihak bisa terlaksana dengan lancar dan membawa manfaat luas bagi masyarakat Kabupaten Garut,” pungkasnya.

Editor: Angga

Banner 350x450

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *