Site icon Poros Garut

TBC Menyebar di Garut, Ribuan Kasus Ditemukan dari Balita hingga Lansia

Gedung Dinkes Kabupaten Garut. (PG/Hendrik)

Pewarta: Hendrik

POROSGARUT.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Garut terus menggencarkan pencarian kasus Tuberkulosis atau TBC secara aktif di tengah masyarakat. Skrining dilakukan dengan mendatangi berbagai lokasi, mulai dari desa, sekolah hingga posyandu.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi active case finding untuk menemukan penderita TBC sedini mungkin, sehingga bisa segera mendapatkan pengobatan dan mencegah penularan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yuliani melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Asep Surahman, mengatakan upaya pencarian kasus secara aktif telah digencarkan sejak April 2026.

Hasilnya, hingga 15 September 2026 tercatat sebanyak 7.582 kasus TBC ditemukan di Kabupaten Garut. Dari jumlah tersebut, 51 kasus merupakan TBC resisten obat dan 81 pasien tercatat meninggal dunia.

“Mulai dari April kemarin kita kerja sama dengan mitra kesehatan, Kementerian Kesehatan dan mitra kesehatan melakukan gencar melaksanakan screening, deteksi, istilah kita adalah active case finding,” ujar Asep, Jumat (25/9/2026).

Menurutnya, angka temuan yang tinggi tersebut juga menunjukkan dampak dari strategi pencarian kasus secara aktif yang dilakukan secara masif.

Pemeriksaan tidak hanya dilakukan ketika masyarakat datang ke fasilitas kesehatan. Petugas juga turun langsung ke lapangan untuk menjangkau masyarakat yang berpotensi memiliki gejala TBC.

Dalam pelaksanaannya, skrining TBC diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Pemeriksaan juga didukung dengan penggunaan rontgen mobile untuk melihat kondisi paru-paru warga. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi, pasien akan menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM).

“Setelah itu kita obati, cegah jangan sampai meninggal dan cegah jangan sampai menularkan ke orang lain,” kata Asep.

TBC Ditemukan di Hampir Seluruh Wilayah Garut

Asep menyebut kasus TBC saat ini ditemukan hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Garut, baik wilayah utara maupun selatan.

Penderitanya juga berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari balita hingga lansia.

Masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala yang mengarah pada TBC. Salah satu gejala yang paling khas adalah batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu.

Selain itu, gejala lain yang perlu diwaspadai yakni sesak napas, nyeri dada, berkeringat pada malam hari hingga batuk mengeluarkan darah.

Dinkes Garut menargetkan penemuan kasus secara lebih dini dapat mempercepat pengobatan sekaligus menekan risiko penularan di lingkungan masyarakat.

Saat ini prevalensi TBC di Garut masih berada di atas 200 kasus per 100 ribu penduduk. Pemerintah menargetkan angka tersebut dapat terus ditekan sebagai bagian dari upaya menuju eliminasi TBC pada 2030.

Editor: Angga

Exit mobile version