Desa Mekarsari Cibatu Terima Bantuan Gerobak dan Bak Sampah dari DLH Kabupaten Garut

oleh -25 Dilihat
Kades Mekarsari Ahmad Sadli bersama Babinsa, Aparatur serahkan bak sampah ke RW 04 Kp Wedasari. (PG/Randi)
banner 728x90

Pewarta: Randi

POROSGARUT.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten menyalurkan satu unit gerobak dan bak sampah ke Desa Mekarsari, Kecamatan Cibatu untuk membantu pengelolaan lingkungan. Bantuan diterima oleh Kepala Desa, Ahmad Sadli, didampingi Babinsa Ramil 1105 Cibatu, Sekretaris Desa, Dede A. Ferdinan, Kepala Dusun II Dimas Alif Nurrahman, Ketua RW04 Wedasari, Ai Nursaidah, dan pengelola Bank Sampah, Aceng Piah, Senin (11/05/2026).

“Keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada armada dan sistem, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat. Maka itu adanya gerobak sampah ini mendorong pengelolaan berbasis lingkungan,” kata Kepala DLH Kabupaten Garut, Jujun Juansyah Nurhakim, saat ditemui usai apel pagi di lingkungan Pemda Kabupaten Garut.

Kadis LH mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah. Sampah anorganik diharapkan masuk ke bank sampah unit di tingkat RW atau kelurahan. Pengangkutan bisa dilakukan melalui gerobak yang diberikan.

“Kami berharap seluruh masyarakat dapat lebih peduli dan memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan. Lingkungan yang bersih, sehat, dan asri adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah semata. Mari biasakan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menjaga kebersihan saluran air, serta ikut aktif dalam kegiatan gotong royong dan penghijauan. Dengan kepedulian dan kerja sama seluruh masyarakat, kita dapat menciptakan lingkungan yang nyaman, sehat, dan berkelanjutan untuk generasi saat ini maupun yang akan datang,” kata Jujun.

Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk memulai kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah serta lebih proaktif terlibat dalam berbagai program lingkungan hidup.

“Ayo pilah sampah dari rumah. Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, sebaik apa pun program yang dibuat. Sampah yang tidak terkelola bisa berdampak ke banjir, kesehatan, dan masalah lainnya,” ujarnya.

Kadis Jujun, juga menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan isu nasional yang membutuhkan penanganan menyeluruh. Ia mengingatkan kembali arahan Presiden Prabowo bahwa penanganan sampah tidak bisa dilakukan secara parsial dan sektoral.

“Presiden sudah menegaskan, persoalan sampah tidak bisa ditangani sepotong-potong atau sendiri-sendiri. Harus ada sinergi dan aksi bersama dari hulu sampai ke hilir,” pungkas Kadis LH Garut.

Kepala Desa Mekarsari, Ahmad Sadli, mengatakan bantuan gerobak sampah tersebut sangat bermanfaat untuk kebutuhan menarik sampah di wilayahnya. Bahkan nanti akan dikelola petugas Bank Sampah untuk memilah dan mengangkut sampah dari rumah-rumah warga.

“Kami ucapkan terima kasih kepada pak kadis yang sudah merespon pengajuan warga kami untuk kebutuhan gerobak sampah, juga terima kasih kepada pak Kadus II yang sudah mengusulkan. Kami akan gunakan sebaik mungkin sekaligus mengedukasi masyarakat agar bisa memilah sampah sebelum dibuang ke tempat pembuangan sampah,” kata Ahmad Sadli.

Sementara petugas Bank Sampah di Kampung Wedasari RW04 Desa Mekarsari, Aceng Piah, menambahkan gerobak sampah merupakan hal yang sangat dibutuhkan. Gerobak itu akan digunakan untuk menarik sampah dari rumah-rumah sebelum dibakar ke bak sampah yang berlokasi di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Wedasari.

“Selama ini kami memberdayakan warga Kampung Wedasari untuk memilah dan mengelola sampah. Hasilnya lumayan sampai bernilai rupiah,” kata Aceng Piah.

Editor: Angga

Banner 350x450

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *