Pewarta: Hendrik
POROSGARUT.ID – Kepanikan melanda para pedagang saat kobaran api tiba-tiba membesar di kawasan Pasar Tradisional Andir, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (7/10/2026) malam.
Para pedagang berhamburan keluar dari kios masing-masing. Mereka berusaha menyelamatkan barang dagangan yang masih bisa dikeluarkan sebelum kobaran api semakin meluas.
Api dengan cepat membesar dan merambat dari satu kios ke kios lainnya. Tiupan angin yang cukup kencang membuat kobaran api semakin sulit dikendalikan.
Suasana di sekitar pasar pun dipenuhi kepanikan. Pedagang dan warga berupaya mengamankan barang-barang dari dalam kios, sementara petugas pemadam kebakaran berjibaku memutus perambatan api.
Petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, BPBD, TNI dan Polri, dibantu masyarakat, diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
Sedikitnya tujuh unit kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kebakaran.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, mengatakan proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya kondisi bangunan pasar yang padat sehingga beberapa titik api sulit dijangkau.
Selain itu, angin yang cukup kencang turut mempercepat perambatan api ke bagian pasar lainnya.
“Untuk penyebab kebakaran belum bisa dipastikan. Saat ini petugas masih fokus melakukan pemadaman dan pendinginan,” ujar Usep Basuki Eko.
Hingga Kamis (8/10/2026) dini hari, petugas masih menemukan api yang menyala di sejumlah kios.
Proses pendinginan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi kembali membesar.
Kebakaran tersebut menghanguskan ratusan kios di kawasan Pasar Tradisional Andir. Namun, jumlah pasti kios yang terbakar dan nilai kerugian masih dalam proses pendataan.
Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas.
Peristiwa kebakaran ini membuat para pedagang harus kehilangan tempat usaha dan menghadapi kerugian akibat barang dagangan yang ikut terbakar.
Editor: Angga















