Kepala UPT Puskesmas Malangbong Tegaskan Capacity Building Dibiayai dari Tabungan Pegawai

oleh -38 Dilihat
Kepala UPT Puskesmas Malangbong Hj. Lia Maulidiyawati (PG/Atu RF)
banner 728x90

Pewarta: Atu Restu Fauzi

POROSGARUT.ID – Kepala UPT Puskesmas Malangbong, Kabupaten Garut, Hj. Lia Maulidiyawati, S.ST., Bdn., M.Kes., memberikan klarifikasi terkait keberangkatan dirinya bersama sejumlah pegawai Puskesmas Malangbong untuk mengikuti kegiatan capacity building (pengembangan kapasitas) ke luar wilayah Jawa Barat yang menjadi sorotan masyarakat.

Lia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran pemerintah. Ia menjelaskan bahwa seluruh biaya perjalanan bersumber dari tabungan bersama para pegawai UPT Puskesmas Malangbong, bukan dari APBD maupun anggaran operasional puskesmas.

“Perjalanan ini tidak menggunakan anggaran pemerintah. Pembiayaannya berasal dari tabungan pegawai UPT Puskesmas Malangbong, bukan dari dana negara ataupun anggaran operasional puskesmas,” ujar Lia saat dikonfirmasi, Minggu (11/10/2026).

Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan capacity building tersebut telah didahului dengan koordinasi dan pengurusan perizinan kepada pihak terkait. Menurutnya, keputusan untuk melaksanakan kegiatan itu telah mempertimbangkan berbagai aspek serta dikonsultasikan dengan pimpinan.

Lia menyebutkan bahwa koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) telah dilakukan. Selain itu, pengaturan sumber daya manusia dan keberlangsungan pelayanan kesehatan kepada masyarakat turut menjadi perhatian sebelum kegiatan dilaksanakan.

“Dengan mempertimbangkan berbagai aspek dan melalui konsultasi bersama pimpinan, keberangkatan ini telah dikoordinasikan sesuai prosedur yang ditempuh. Perizinan kepada Dinas Kesehatan, koordinasi dengan Forkopimcam, serta pengaturan pelayanan kepada masyarakat juga telah kami kondisikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Lia menegaskan bahwa partisipasi pegawai dalam kegiatan tersebut bersifat sukarela dan tidak disertai unsur paksaan. Ia memastikan bahwa pelayanan kesehatan tetap menjadi prioritas utama sehingga masyarakat dapat terus memperoleh layanan yang dibutuhkan selama kegiatan berlangsung.

“Tidak ada unsur paksaan bagi pegawai untuk mengikuti kegiatan ini. Kami juga telah mengatur pelayanan agar tetap berjalan sebagaimana mestinya, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan tetap terpenuhi,” tegasnya.

Menanggapi beragam tanggapan yang berkembang di tengah masyarakat, Lia menyatakan bahwa pihaknya menghormati setiap penilaian dan masukan publik. Ia menilai kepercayaan masyarakat merupakan hal penting yang harus dijaga melalui komitmen terhadap pelayanan kesehatan yang profesional dan berkelanjutan.

“Kami menghormati berbagai pandangan masyarakat dan menyerahkan penilaian kepada warga yang selama ini telah merasakan pelayanan dari UPT Puskesmas Malangbong,” pungkasnya.

Editor: Angga

Banner 350x450

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *